Gotong royong bersihkan puing sampah yang menyumbat pintu Air. Ini yang di lakukan TNI dan Masyarakat Di lamongan

Lamongan, -Banjir akibat curah hujan yang tinggi beberapa kali sempat terjadi di Dusun Sekarputih, Desa Rancangkencono Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan.

Banjir yang dipicu oleh tersumbatnya Dam pintu air Sungai Mengkuli yang rusak dan tersumbat oleh tumpukan sampah Dan puing kayu sehingga air meluap ke sungai Kebet sehingga merendam persawahan hingga rumah warga

Melihat peristiwa tersebut, anggota TNI dari Koramil 0812/01 Kota jajaran Kodim 0812 Lamongan bersama BPBD, dan masyarakat bergotong royong membersihkan tumpukan sampah di Dam pintu air sungai mengkuli yang berada di Dusun Sekarputih, Desa Rancangkencono Kecamatan Lamongan.

Dalam kerjabakti ini Danramil 0812/01 Kota Mayor Kav Taruji mengatakan, pembersihan sampah yang menutup dam pintu air ini dilakukan untuk menanggulangi banjir, seperti yang terjadi di Desa rancangkencono dan Desa Kebet.

Tersumbatnya dam pintu air Sungai mengkuli biasanya juga berimbas pada Dua desa yang ada di Kecamatan Lamongan.

“Biasanya imbas akibat sampah yang menyumbat dam ini berimbas pada Dua Desa yaitu Desa rancangkencono dan Desa Kebet,” ujarnya. Sabtu (09/01/2021).

Harapanya dalam pembersihan ini agar pemerintah pusat ataupun pihak terkait segera memberikan kejelasan atas pembenahan dam yang ada di Desa rancangkencono karena hal serupa terjadi sudah berkali Kali.

“Ini kalau tidak segera diperbaiki, ya akan seperti ini. Banjir juga akan terus terjadi toh ini sampah juga sampah kiriman bukan dari sini,” tegasnya.

Sementara itu, Toni, warga Desa rancangkencono yang rumahnya terimbas luapan sungai mengatakan, air mulai masuk ke pemukiman sejak 3 hari yang lalu.

“Ini sudah surut, tapi masih ada beberapa rumah yang terendam air,”ungkapnya.

Menurutnya, banjir yang terjadi di Desa rancangkencono dan Desa Kebet merupakan imbas dari melubernya air dari sungai mengkuli yang tak mampu menampung besarnya debit air. Terlebih beberapa dam air tertutup sampah. “Ini sudah bertahun tahun terjadi, tapi belum ada solusi juga dari pemerintah,” ujarnya.(Pendim0812)

Leave A Reply

Your email address will not be published.